Rabu, 02 Mei 2018

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sistem Eksresi


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      : SMA
Kelas / Semester          : XI/ 2
Mata pelajaran             : Biologi
Materi Pokok              : Sistem Ekskresi
Sub Materi                  : Struktur dan Fungsi Ginjal, Mekanisme Pembentukan Urine
Alokasi waktu             : 1 x 30 menit
Pertemuan                   : 1 pertemuan

A.      KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Inti
Kompetisi Dasar
1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

1.1         Menghayati dan mengamalkan keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel, jaringan, organ dan sistem dalam tubuh manusia, dengan cara menjaga serta memeliharanya menurut ajaran agama yang dianutnya.
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
2.1 Berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; disiplin, jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) secara gotong royong, kerjasama, resposif dan proaktif dalam melakukan percobaan dan berdiskusi

3.    Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 
3.9 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang terjadi pada sistem ekskresi manusia.
4.    Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.
4.10 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan gangguan pada sistem ekskresi serta kaitannya dengan teknologi.

B.       INDIKATOR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
a.      Indikator dan tujuan pembelajaran
Indikator
Tujuan Pembelajaran
 1.1.1 mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan
1.1.1.1 siswa mampu memiliki kekaguman mengenai keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan melalui pendekatan scientific
2.2.1 memiliki perilaku ilmiah (kerja sama dan tanggung jawab) dalam aktivitas sehari-hari
2.2.2.1 siswa memiliki perilaku ilmiah (kerja sama dan tanggung jawab) dalam aktivitas sehari-hari melalui pendekatan scientific
3.9.1. Mendeskripsikan fungsi ginjal
3.9.1.1 Siswa mampu menyebutkan 3 fungsi ginjal dengan menggunakan pendekatan scientific
3.9.1.2  Siswa mampu menjelaskan 3 fungsi ginjal dengan menggunakan pendekatan scientific
3.9.2.  Mendeskripsikan struktur ginjal
3.9.2.1  Siswa mampu menyebutkan 3 struktur ginjal dengan menggunakan pendekatan scientific
3.9.2.2  Siswa mampu menjelaskan 3 struktur ginjal dengan menggunakan pendekatan scientific
3.9.3 Mendeskripsikan proses pembentukan urine
3.9.3.1  Siswa mampu menyebutkan 3 proses pembentukan urine dengan menggunakan pendekatan scientific
3.9.3.2  Siswa mampu menjelaskan 3 proses pembentukan urine dengan menggunakan pendekatan scientific.
4.10 membuat kliping tentang fungsi, struktur dan mekanisme pembentukan urine
4.10.1.1 siswa mampu membuat kliping tentang fungsi, struktur dan mekanisme pembentukan urine

C.      MATERI
a.    Fakta
1.      Manusia memiliki 4 organ ekskresi, yaitu ginjal, paru-paru, kulit, hati.
2.      Manusia memiliki sepasang ginjal, berbentuk seperti kacang merah, terletak di kanan dan kiri pinggang bagian belakang.
3.      Ginjal terdiri atas 3 bagian yaitu korteks (kulit ginjal), medula (sum-sum ginjal), dan pelvis renalis (rongga ginjal)
4.      Proses pembentukan urine ada filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.
5.      Memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm
6.      Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena tertekan kebawah oleh hati. Kutub atasnya terletak setinggi tulang rusuk kedua belas, sedangkan kutub atas ginjal kiri terletak setinggi tulang rusuk kesebelas.
b.    Konsep
1.    Ginjal merupakan alat ekskresi utama pada manusia.
2.    Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dari sisa-sisa metabolisme.
3.    Ginjal berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh.
4.    Membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, seperti obat-obatan, bakteri dan zat warna.
5.    Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan zat-zat asam atau basa. Selain itu juga untuk membuang kelebihan bahan makanan tertentu seperti gula dan vitamin.
6.    Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah urine adalah jumlah air yang diminum, saraf, hormon antidiuretik (ADH), kadar garam yang harus dikeluarkan dari darah supaya tekanan osmotiknya tetap, dan seseorang yang menderita penyakit kencing manis.

Struktur ginjal

a)      Korteks (kulit ginjal)
v  Korteks memiliki unit struktural dan fungsional terkecil yang disebut nefron
v  Nefron berfungsi untuk menyaring darah
v  Ada 2 tipe nefron yaitu : Nefron Kortikal dan Nefron Juktamedulari
v  Nefron kortikal terdiri atas glomerulus dengan ukuran relatif kecil dan letaknya selalu didalam korteks atau diluar medula
v  Nefron juktamedulari memiliki glomerulus yang berukuran besar dan memiliki lengkung henle yang memanjang masuk ke medula
v  Nefron juktamedulari berperan mengatur konsentrasi urine agar urine yang akan diekskresikan bersifat hipertonik dibandingkan cairan tubuh
v  Nefron terdiri atas badan malpighi dan tubulus
v  Malpighi terdiri atas glomerulus dan kapsul bowman
v  Tubulus (saluran nefron) dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu : Tubulus Kontortus Proksimal, Lengkung Henle dan Tubulus Kontortus Distal.
b)      Medula (sum-sum ginjal)
v  Medula terdiri dari tubulus kontortus yang bermuara pada pelvis renalis
v  Didaerah medula antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal dihubungkan oleh lengkung henle naik (ascenden) dan lengkung henle turun (descenden)
v  Merupakan tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari kapsul bowman
v  Pembuluh-pembuluh halus tersebut mengalirkan urine ke saluran yang lebih besar dan bermuara di rongga ginjal
v  Selanjutnya urine dialirkan melalui saluran ginjal (ureter) dan ditampung dikandung kemih (vesika urinaria)
v  Jika kandung kemih (vesika urinaria) penuh maka urine dikeluarkan melalui saluran kemih (uretra)
c)      Pelvis renalis (rongga ginjal)
v  Pelvis renalis merupakan bagian dalam dari ginjal
v  Pelvis renalis dilengkapi dengan saluran urine yang disebut ureter
v  Pada bagian pelvis renalis bermuara tubulus kolekta (saluran penampung)

c.       Prinsip : -

d.      Prosedur :
Mekanisme Pembentukan Urine
a.       Filtrasi (penyaringan)
v  Proses penyaringan darah terjadi pertama kali dibagian glomerulus
v  Darah yang telah disaring akan diikat oleh jaringan-jaringan tubuh
v  Air, garam, gula dan urea yang ada dalam darah akan disaring oleh kapsula bowman
v  Hasil filtrasi ini disebut urine primer
v  Saat air, garam, gula dan urea masuk ke kapsula bowman maka darah akan sangat pekat, karena terdapat sel darah, protein-protein besar, dan kepingan-kepingan lemak
b.      Reabsorpsi (penyerapan kembali)
v  Urine primer memasuki tubulus kontortus proksimal
v  Diserap glukosa dan asam amino serta ion Na+
v  Urine primer yang memasuki lengkung henle lebih isotonik dengan darah dikapiler
v  Di lengkung henle terjadi penyerapan garam NaCl dan air
v  Penyerapan berlanjut di tubulus kontortus distal dan terjadi penyerapan urea, kreatinin, bahan obat-obatan, dan lain-lain
v  Sementara garam NaCl, air serta ion HCO3- kembali diserap
v  Disebut urine sekunder (filtrat tubulus)
v  Hasil reabsorpsi ini mengandung air, garam, urea dan pigmen empedu yang memberikan bau dan warna pada urine
c.       Augmentasi (pengeluaran zat yang tidak diperlukan dalam tubuh)
v  Urine sekunder akan memasuki tubulus pengumpul
v  Ditubulus pengumpul akan terjadi penyerapan kembali air, garam NaCl, dan urea sehingga urine harus dibuang oleh tubuh
v  Dari tubulus pengumpul memasuki pelvis renalis, lalu mengalir menuju ureter menuju kandung kemih (vesika urinaria)
v  Saat vesika urinaria penuh maka seseorang akan merasakan keinginan untuk buang air kecil
v  Hal-hal yang mempengaruhi volume urine, diantaranya zat-zat diuretik, suhu, konsentrasi darah dan emosi
v  Saat peningkatan suhu, emosi atau saat gugup maka volume urine akan meningkat

Tabel proses pembentukan urine di Ginjal
Nama
Proses yang terjadi
Molekul yang sedang diproses
Filtrasi di Glomerulus
Darah mengalir masuk ke glomerulus. Darah mengalami proses Filtrasi.
Air, glukosa, asam amino, garam, urea, dan amonia.
Reabsorpsi di Tubulus
Terjadi difusi dan transpor aktif molekul-molekul dari Tubulus Kontortus Proksimal ke darah.
Air, glukosa, asam amino dan garam
Sekresi di Tubulus
Terjadi transpor aktif molekul-molekul dari darah ke Tubulus Kontortus Distal
Amonia, ion hidrogen, penisilin dan asam urat
Reabsorpsi air
Terjadi reabsorpsi air di sepanjang tubulus terutama di duktus kolektivus
Garam dan air
Ekskresi
Terbentuk urine yang sesungguhnya
Air, garam, urea, amonia dan asam urat.

Didalam ginjal jumlah darah yang dipompakan per menit adalah 1,2 Liter. Oleh karena itu, setiap satu menit terjadi filtrasi terhadap darah sebanyak 1,2 Liter.
Laju Filtrasi di dalam glomerulus dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut :
a.       Tekanan darah kapiler sebesar 60-70 mmHg.
b.      Besar tekanan osmotik koloid, yaitu tekanan protein darah sebesar 30 mmHg.
c.       Besarnya tekanan hidrostatik urine sebesar 5 mmHg.

Pembentukan Urine



     D.          ALOKASI WAKTU

Beban Belajar
Waktu
Kegiatan
TM
30’
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan scientific
PT
18’
Mengisi LKPD
KMTT
18’
Membaca materi selanjutnya dirumah

E.       PENDEKATAN/STRATEGI /METODE PEMBELAJARAN
1.      Pendekatan    : Scientific
2.      Metode           : Diskusi
3.      Model             : -

F.       MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Media                    : Papan Tulis, alat-alat tulis, LCD, Laptop, Power Point,
2.      Sumber belajar      :
a.       Nurhayati, Nunung, dkk. 2016.Biologi Untuk siswa SMA/MA Kelas XI. Bandung : Yrama Widya.
b.      Nurhayati, Nunung, dkk. 2016.Buku guru Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Bandung : Yrama Widya.
c.       A. D. Pratiwi.2007. Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga.

G.      KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Kegiatan Guru
LANGKAH
ALOKASI WAKTU
1
PENDAHULUAN
1.   Guru mengucapkan salam.
2.  Guru memeriksa keadaan kelas, kemudian berdoa bersama siswa.
3. Guru menanyakan siapa yang tidak hadir, guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan perlengkapan dalam proses belajar mengajar seperti mengeluarkan buku paket, buku tulis serta alat tulis
4. Guru memberikan apersepsi kepada peserta didik tentang materi sebelumnya.
a. Minggu kemarin kita mempelajari tentang sistem pernapasan, coba sebutkan organ-organ sistem pernapasan pada manusia,
b. guru menunjuk 2 siswa untuk menyebutkan organ-organ sistem pernapasan
5. Guru menanyakan kepada siswa kenapa saat cuaca dingin kita sering buang air kecil? Dan kenapa kita tidak boleh menahan buang air kecil?
6.   Nah hari ini kita akan membahas tentang ginjal
7.  Manfaat dari mempelajari materi tentang ginjal yaitu kita dapat mengetahui fungsi ginjal, struktur ginjal dan mekanisme pembentukan urine
8.   Guru membacakan dan menuliskan tujuan pembelajaran di papan tulis
9. Guru menjelaskan bentuk kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific

5 Menit
 2
Kegiatan Inti
1.Guru menampilkan media gambar dan menayangkan video tentang proses pembentukan urine serta membagikan LKPD
2.   Guru membagi kelompok yang beranggotakan 4 orang
3. Guru menyuruh siswa untuk mengamati gambar dan video yang ditayangkan
4.Guru menyuruh kepada masing-masing kelompok untuk menjawab pertanyaan yang ada di LKPD secara individu
5. Guru menyuruh siswa untuk mendiskusikan jawaban yang telah dibuatnya secara individu didalam kelompok
6. Guru menyuruh 3 kelompok  untuk membacakan hasil diskusi  ditempat duduk

20 Menit
3
Kegiatan Penutup
1.      Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi tentang ginjal
2.      Guru memberi kuis kepada siswa materi tentang ginjal
3.      Guru memberikan tugas kepada siswa berupa kliping tentang fungsi ginjal, struktur ginjal dan mekanisme pembentukan urine secara individu
4.    Guru menyuruh siswa membaca materi selanjutnya yaitu tentang kulit
5.    Guru dan siswa menutup pelajaran dengan membacakan hamdalah.

4                  Menit

        H. TEKNIK PENILAIAN
1.      Tes (Kuis)
1. Sebutkan 3 fungsi dari ginjal?
2. Sebutkan 3 struktur penyusun ginjal?
3. Sebutkan 3 tahap  pembentukan urine?
2.      Non Tes
a.       Penilaian afektif
No.
Nama
Kerja sama
Tanggung jawab
1.



2.



3.



Dst.



Rubrik penilaian sikap
·         Kerja sama
1.      Jika hanya satu orang saja yang bekerja dalam kelompok
2.      Jika hanya 2 sampai 3 orang saja yang bekerja dalam kelompok
3.      Jika semua siswa bekerja dalam kelompok
·         Tanggung jawab
1.      Jika siswa hanya mengamati gambar, tidak mengerjakan LKPD dan tidak berdiskusi di dalam kelompok
2.      Jika siswa mengamati gambar, mengerjakan LKPD dan tidak berdiskusi di dalam kelompok
3.      Jika siswa mengamati gambar, mengerjakan LKPD dan berdiskusi dalam kelompok
a.       Penilaian kognitif
Berupa tes objektif
Soal
Jawaban
Skor
1.   Urea yang keluar dari hati melalui darah ke ginjal akan disaring oleh bagian ginjal, yaitu....
  A.          Kapsula Bowman
   B.         Tubulus Kontortus Proksimal
   C.         Glomerulus
   D.         Tubulus Kolektivus
    E.         Lengkung Henle
C
25



2.   Ekskresi merupakan proses pengeluaran sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi. Organ yang menyusun sistem ekskresi adalah....
A.   Paru-paru, ginjal, kulit dan hati
B.   Usus besar, paru-paru, ginjal dan pankreas
C.   Ginjal, hati, kulit dan pankreas
D.   Usus halus, ginjal, kulit dan paru-paru
E.    Pankreas, hati, paru-paru dan usus halus
A
25
3. Tabel dibawah ini merupakan presentasi air yang direabsorpsi oleh sistem ekskresi pada ginjal.
Bagian tubulus renalis
Air yang direabsorpsi (%)
Tubulus kontortus proksimal
80
Lengkung henle
6
Tubulus distal
9
Saluran penampungan
4
Jumlah air yang berada di saluran penampungan apabila seseorang meminum 2,5 Liter air adalah.....
A.   0,6 Liter
B.   0,5 Liter
C.   0,4 Liter
D.   0,3 Liter
E.    0,025 Liter
E
25

b.      Penilaian Psikomotor
·         Penilaian proyek
No.
Nama siswa
Kelengkapan
1.


2.


3.


Dst.


·         Rubrik penilaian
1.  Apabila siswa hanya membuat kliping tentang fungsi dari ginjal, tidak membuat struktur ginjal dan mekanisme pembentukan urine
2.    Apabila siswa hanya membuat kliping tentang fungsi dari ginjal, membuat struktur ginjal dan tidak membuat mekanisme pembentukan urine
3.   Apabila siswa membuat kliping tentang fungsi dari ginjal, membuat struktur ginjal dan membuat mekanisme pembentukan urine


Mengetahui,                                                                                            Padang, April 2018
Kepala  SMA N 4 Bukittinggi                                                                Guru Mata Pelajaran



(Dra. Hj. Eli Noverma, M.Si)                                                                (Hesti Astriana)
NIP. 196709021991032006                                                                   NPM. 15010063

16 komentar:

  1. buk mau nanya, kenapa kalau kita minum yang berwarna seperti fanta yang nantinya dikeluarkan berupa urin yang berwarna kekuningan ? kenapa tidak berwarna merah buk ?

    BalasHapus
  2. Buk saya masih ada yg kurang paham buk, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah urine Buk?
    -RIFARA SUCI YULIKA

    BalasHapus
  3. Buk mau bertanya, mengapa di dalam urin itu setelah kita uji dilaboratorium terkadang mengandung glukosa dan protein buk ? Reni Mustika

    BalasHapus
  4. buk jika organ eksresi seperti ginjal bermasalah apa yang akan terjadi buk ?

    BalasHapus
  5. apa ya buk fungsi dari ginjal tersebut

    BalasHapus
  6. Buk safa mau tanya buk, bagaimana cara mengatasi jika urin kita mengandung glukosa dan protein buk. Apakah bagus bagi tubuh kita jika mengandung glukosa dan protein buk?

    BalasHapus
  7. buk saya mau tanya, jika dalam mekanisme pembentukan urine satu prosesnya terganggu apa yang akan terjadi buk?
    -Nila Silvia

    BalasHapus
  8. Buk, apa saja organ organ penyusun dari sistem ekskresi?

    BalasHapus
  9. Apakah ada penghambat/gangguan dalam mekanisme urin buk?

    BalasHapus
  10. Buk saya mau bertanya, bgaimana skema proses pengeluaran urin buk ??

    BalasHapus
  11. Bagaimana proses terjadinya urine buk?

    BalasHapus
  12. buk ananda mau bertanya, mengapa orang yang tinggal di daerah dataran tinggi memiliki volume urin yang berbeda dengan orang yang hidup di dataran rendah?

    BalasHapus
  13. Buk..organ apa yang terdapat sistem ekskresi??

    BalasHapus
  14. Buk bagaimana proses dari sisten eksresi buk?

    BalasHapus
  15. Buk bagaimana mekanisme pembentukan urine pada tahap filtrasi buk

    BalasHapus
  16. Buk, saya mau bertanya. Bagaimana mekanisme pembentukan urin?

    BalasHapus